Kajian Shubuh Bersama KH. Abdul Aziz R. Mudzakkir, S.Pd.I, Al Hafizh - Membahas kitab jauharotut tauhid
Gading Serpong - Masjid Raya Asmaul Husna kembali menggelar Kajian Shubuh rutin bersama KH. Abdul Aziz R. Mudzakkir, S.Pd.I, Al Hafizh. Pada kesempatan kali ini, kajian memfokuskan pembahasan pada Kitab Jauharotut Tauhid yang mengulas pilar-pilar keimanan serta adab seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari dan sosial.
Berikut adalah poin-poin penting isi pembahasan yang disampaikan oleh KH. Abdul Aziz R. Mudzakkir, S.Pd.I, Al Hafizh:
Menghadapi Tantangan Lingkungan melalui Istighfar
Merujuk pada fenomena cuaca ekstrem dan kelangkaan air bersih yang terjadi saat ini, beliau mengingatkan jamaah akan pentingnya memperbanyak istighfar (memohon ampunan). Istighfar bukan sekadar hiasan bibir, melainkan jalan utama untuk mengetuk pintu langit agar Allah SWT menurunkan rahmat dan hujan yang berkah.Kisah Teladan Nabi Musa AS dan Kedahsyatan Tobat
Dalam ceramahnya, beliau mengisahkan momen saat Nabi Musa AS memimpin 70.000 umatnya melaksanakan Salat Istisqa (salat meminta hujan). Kisah ini memberikan pelajaran mendalam tentang kekuatan tobat yang tulus. Melalui kisah ini pula, jemaah diajarkan tentang sifat Allah sebagai Al-Sattar (Maha Menutupi Aib), yang selalu melindungi dan merahasiakan dosa hamba-Nya yang mau kembali ke jalan yang benar.Keutamaan Besar Kalimat Tauhid
Sebagai inti dari Kitab Jauharotut Tauhid, beliau menjabarkan fadhilah atau keutamaan luar biasa dari kalimat Lailahaillallah. Menjaga dan mengamalkan kalimat tauhid ini berkhasiat untuk menjauhkan seseorang dari kemiskinan, menjadi wasilah pelebur dosa-dosa besar, serta mampu membawa keberkahan dan ketenteraman bagi lingkungan di sekitar tempat tinggal kita.Adab Berdoa dan Kewajiban Sosial Kepada Tetangga
Beliau juga menggarisbawahi etika yang benar dalam memanjatkan doa, di mana seorang hamba hendaknya mengawali doanya dengan pujian kepada Allah (Hamdalah) serta selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Keimanan yang kokoh ini kemudian harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya melalui kewajiban sosial untuk selalu memuliakan tamu dan memperlakukan tetangga dengan penuh kebaikan.
Kesimpulan
Kondisi lahiriah seperti ujian alam atau seretnya rezeki sangat berkaitan dengan kondisi batiniah manusia. Jalan keluarnya adalah dengan memperkuat tauhid dan memperbanyak istighfar. Iman yang sejati tidak hanya berhenti pada ritual ibadah, melainkan harus termanifestasikan dalam adab berdoa yang baik serta kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama.