← Kembali
Pesantren • Sabtu, 22 Agustus 2026 • 22:08 WIB 33 views
Sabtu, 22 Agustus 2026 22:08 WIB • 1 month ago

Santri Al Azka Raih Juara 1 Lomba Ceramah Agama Islam di Kecamatan Cisauk

Santri Al Azka Raih Juara 1 Lomba Ceramah Agama Islam di Kecamatan Cisauk

CISAUK – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menggelar serangkaian perlombaan. Salah satu kompetisi yang paling mencuri perhatian masyarakat adalah lomba Dai Cilik yang diikuti oleh kontestan dari berbagai wilayah setempat.

Dalam kompetisi tersebut, santri dari Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka berhasil keluar sebagai Juara I. Prestasi gemilang ini diraih oleh Quranu Samaro Wahid, santri asal Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk.

Tampil meyakinkan di hadapan dewan juri, Quranu menyabet gelar juara berkat penyampaian materi ceramah yang runtut, artikulasi yang jelas, serta rasa percaya diri yang tinggi. Prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga besar Al Azka sekaligus bukti nyata kualitas pendidikan pesantren dalam mengasah keterampilan berbicara di depan umum (public speaking).

JFIa13k.png

Penghargaan kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Camat Cisauk, Hendarto, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, Hendarto menyatakan bahwa apresiasi ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda di Kecamatan Cisauk untuk terus mengembangkan potensi diri.

"Penghargaan ini adalah bentuk motivasi agar generasi muda terus berprestasi, khususnya di bidang keagamaan, pendidikan, dan kepemimpinan," ujar Hendarto dalam arahannya.

Sementara itu, pihak manajemen Pesantren Al Azka mengungkapkan bahwa keberhasilan Quranu bukanlah hasil persiapan yang mendadak. Prestasi tersebut merupakan buah dari pembinaan konsisten melalui program mingguan bernama Muhadharah yang rutin digelar setiap hari Jumat untuk tingkat SMPTQ dan SMATQ Al Azka.

Melalui kegiatan Muhadharah, para santri tidak hanya dilatih berpidato atau berceramah, tetapi juga diberikan ruang untuk memegang berbagai peran formal acara, seperti menjadi pembawa acara (Master of Ceremony) hingga menampilkan seni musik religi hadroh. Metode simulasi ini terbukti efektif dalam melatih mental kepemimpinan, tanggung jawab, serta kesiapan santri untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat.