Duit itu Penting: Syiar Agama di Akhir Zaman Butuh Finansial Kuat
Di era akhir zaman seperti sekarang, syiar dan tegaknya agama tidak hanya membutuhkan modal ilmu yang luas, tetapi juga kemandirian ekonomi yang kokoh.
Kaum muslimin yang dianugerahi kekayaan memiliki peran yang sangat strategis. Harta tersebut menjadi sarana penting untuk mendanai dakwah, membangun fasilitas umat, serta menjaga kedaulatan kaum muslimin agar tidak bergantung pada pihak lain. Kekayaan yang berkah di tangan orang saleh adalah senjata terkuat untuk menjaga kemuliaan agama di tengah gempuran fitnah zaman.
Hal ini sejalan dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:
إِذَا كَانَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ لَا بُدَّ لِلنَّاسِ فِيهَا مِنَ الدَّرَاهِمِ وَالدَّنَانِيرِ يُقِيمُ الرَّجُلُ بِهَا دِينَهُ وَدُنْيَاهُ
"Di akhir zaman, manusia benar-benar membutuhkan uang (dirham dan dinar) untuk menegakkan urusan agama dan dunia mereka."
Berangkat dari prinsip ini, para ulama menegaskan pentingnya meluruskan niat dalam mencari rezeki:
مَنْ أَحَبَّ الْمَالَ لِحُبِّ الدِّينِ فَقَدْ صَدَقَ اللهُ فِي إِيمَانِهِ
"Siapa yang mencintai atau mencari harta demi membela agama, maka ia benar-benar jujur dalam iman kepada Allah SWT."
Bahkan, Imam Al-Mawardi dalam untaian hikmahnya pernah menyebutkan:
قَالَ المَاوَرْدِيُّ: وَكَانَ يُقَالُ الدَّرَاهِمُ مَرَاهِمُ لِأَنَّهَا تَدَاوِي كُلَّ جُرْحٍ وَيَطِيبُ بِهَا كُلُّ صُلْحٍ
"Uang sering kali menjadi obat (salep), karena ia dapat menyembuhkan segala luka (kesulitan) dan mendamaikan setiap pertikaian."
Realitas sosial ini juga digambarkan dengan sangat apik dalam sebuah syair Arab:
رَأَيْتُ النَّاسَ قَدْ مَالُوا إِلَى مَنْ لَهُ الْمَالُ ○ وَمَنْ لَيْسَ لَهُ الْمَالُ النَّاسُ عَنْهُ مَالُوا
"Aku melihat manusia cenderung hormat dan mendekat kepada orang yang memiliki harta. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki harta, cenderung dijauhi dan ditinggalkan oleh manusia."
Oleh karena itu, mari kita luruskan ikhtiar kita dalam mencari nafkah. Semoga Allah SWT menganugerahkan rezeki yang melimpah, penuh berkah, dan menjadikan kita golongan orang kaya yang dermawan, yang senantiasi menginfakkan hartanya demi perjuangan Islam. Amin ya Rabbal 'Alamin.
Sumber: Kitab Faidhul Qadir juz 1 hal 526.